Cahaya Langit

Membuka Hati, Mata, dan Telinga dengan Cahaya

Wednesday, 2 November 2011

AUDISI TRUE STORY OF JOMBLO: "STATUS" GALAU PARA JOMBLO

info dari group PeJoBa

* DL 05 November 2011
* 25 kisah terpilih akan dibukukan dan penulis mendapat royalti, perjanjian menyusul.



Syarat dan Ketentuan:

1.

Terbuka untuk anggota Writing Revolution dan umum, yang masih lajang alias jomblo GRATIS.
2. Tema: "STATUS" GALAU PARA JOMBLO, kisah sejati bagi para jomblo yang berjuang keras menghadapi berbagai tantangan hidup seperti jatuh bangun membangun cinta, merintis karier, menempuh pendidikan, dilema "menuruti keinginan" orang tua terhadap pilihan hidup (pendidikan, cinta dan pekerjaan) dan semua hal yang berkaitan dengan perjuangan hidup seorang jomblo untuk eksistensinya.
3. Kisah ini harus kisah sejati yang dialami sendiri yang dapat memberikan pelajaran hidup yang berharga bagi pembaca.
4. Panjang naskah 4-6 halaman spasi dua, ukuran kertas A4, margin 3 cm/1,18 inci semua sisi. Biodata narasi maksimal 100 kata ditulis di bagian akhir tulisan.
5. Masing-masing peserta hanya boleh mengikutkan 1 TULISAN, yang belum pernah dipublikasikan atau diikutkan lomba.
6. Tulisan dikirim dalam attach file/lampirkan file ke email: antologijomblo@yahoo.co.id
7. Tulis di judul email: Antologi Jomblo#Judul#Nama Penulis
8. Koordinator audisi: Wahyu Ekasari Nugraheni Sari, Sherlly 'Ken Anaqah Hamidah dan Ugahari Nurul Utami.
9. Silakan sebar informasi ini sebanyak-banyaknya kepada teman dan kenalan FB kamu.
10. Terdaftar sebagai anggota Grup Penulis Jomblo Bahagia (Pejoba) klik di sini: http://www.facebook.com/groups/283284648356058/





Sponsor

Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO), info lebih lengkap silakan klik di sini: http://menulisdahsyat.blogspot.com/2011/03/sekolah-menulis-cerpen-online-smco.html#more

Tentang Hak Paten

BERITA 1



Pemprov Lampung akan Upayakan Hak Paten Gamolan

( http://ulunlampung.blogspot.com/2011/11/pemprov-lampung-akan-upayakan-hak-paten.html )



BANDARLAMPUNG -- Pemerintah Provinsi Lampung akan mengupayakanhak paten untuk alat musik tradisional "gamolan" sehingga keberadaannya dapat diakui dan tidak direbut oleh negara lain. read more

"Kami akan mengupayakan untuk mengusulkan hak paten untuk alat musik tradisional khas masyarakat Lampung ini kepada pemerintah pusat," kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Berlian Tihang di Bandarlampung, Rabu.



Menurut dia, upaya tersebut dilakukan agar alat musik tradisional masyarakat Lampung itu dapat diakui oleh masyarakat luas.



"Pertunjukan alat musik gamolan juga harus sering ditampilkan, sehingga masyarakat luas dapat mengetahuinya, baik nasional maupun internasional," katanya menambahkan.



Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Lampung itu juga menerangkan, dengan sering ditampilkannya gamolan di depan umum, maka secara tidak langsung sudah termasuk upaya mematenkan alat musik tradisional tersebut.



Ia mengharapkan agar alat musik itu dapat terus ditampilkan di depan umum sehingga menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara, agar bisa menjadi pemasukan bagi pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung.



"Jangan sampai alat musik itu direbut oleh negara lain, seperti batik yang diklaim oleh negara Malaysia," ujarnya menegaskan.



Selain gamolan, Sekdaprov menambahkan, Provinsi Lampung juga mempunyai wisata alam, hutan, laut dan danau yang indah, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan daerah, yang sudah terkenal di dunia mancanegara.



Sementara itu, Hasyimkan, seorang peneliti gamolan menerangkan, gamolan dan gamelan memiliki nama yang nyaris mirip tetapi berbeda. Tangga nada gamolan Lampung berdasarkan arkeologi atau instrumen ialah do re mi so la si do. Sementara gamelan Jawa Slendro berdasarkan Andersen Sutton ialah do re mi so la si.



Jadi, kata dia menegaskan, barang siapa mengganti nama gamolan menjadi nama lain, maka sama saja orang tersebut telah memenggal kenyataan dan sejarah yang ada di nusantara.



"Keberadaan alat musik tersebut di Provinsi Lampung selama ini nyaris belum terdengar keagungan, kebesaran, dan kehebatannya sehingga perlu adanya pendeklarasiannya agar diakui oleh publik," kata peneliti yang juga dosen di Universitas Lampung itu.



Sumber: Antara, Rabu, 2 November 2011

Analisis Puisi “Sia-sia” Karya Chairil Anwar

… ajining sastra ana ing ukara, nilai sastra ada pada kalimat/kata.



Puisi adalah salah satu bagian dari karya sastra yang menggunakan kata sebagai senjatanya. Padatnya Konstruksi kata-kata pada puisi, memaksa kita untuk mampu meraba-raba apa yang sebenarnya ingin disampaikan penyair. Tidak mudah tentunya, karena itulah berbagai macam kajian dan analisis pun dilakukan, baik oleh para ahli atau hanya sebatas penginterpretasian makna kata oleh pembaca itu sendiri. Seperti yang di ungkapkan Sutardji Calzoum Bachri “... menulis cerpen adalah upaya menentramkan imajinasi, sedangkan menulis puisi adalah membiarkan imajinasi liar”



Analisis puisi Sia-sia, Charil Anwar.

Sia-sia

Penghabisan kali itu kau datang

Membawa karangan kembang

Mawar merah dan melati putih:

Darah dan suci

Kau tebarkan depanku

Serta pandang yang memastika: Untukmu



Sudah itu kita sama termanggu

Saling bertanya : apakah ini?

Cinta? Keduanya tak mengerti



Sehari itu kita bersama. Tak hampir- menghampiri



Ah! Hatiku yang tak mau memberi

Mampus kau dikoyak-koyak sepi



(versi DCD))

Deru Tjampur DebuSetelah membaca puisi di atas secara keseluruhan, kita dapat mengetahui subjek lirik (aku) dalam puisi Sia-sia, adalah Chairil Anwar sendiri. Hal ini dapat terlihat dari tiap-tiap larik:

... ... ...

Darah dan suci

Kau tebarkan depanku

Serta pandang yang memastika: untukmu

... ... ...

Ah! Hatiku yang tak mau memberi

... ... ...

Pada puisi ini, subjek lirik terlihat jelas dengan peng’aku’an si penulis. Tapi satu pertanyaan lain yang akan muncul di benak kita setelah membaca puisi ini adalah siapa ‘kau’ yang dimaksud Chairil, apakah ia Sri Aryati yang sangat mengganggu dengan senyum dan kerling matanya, lalu ada gadis Mirat yang lugu dan meyerah, Hapsah yang kemudian menjadi istrinya, Dien Tamaela kah, atau Ida?

Pelaku kedua, dalam hal ini pendengar adalah ‘kau’. Siapa dia dan apa hubungannya dengan penulis?

... ... ...

Kau tebarkan depanku

... ... ...

Mampus kau dikoyak-koyak sepi

Sjuman Djaya dalam buku Aku hal 102 yang mengangkat perjalanan hidup dan karya Chairil Anwar sedikit menjawab tanda tanya yang ada.

“Beberapa lintasan wajah-wajah perempuan lain hampir bersamaan muncul.... tapi sebentar saja hilang dan ruangan menjadi kosong. Pada saat kosong ini sebuah figur semampai mengenakan gaun sutra yang melambai dan topi lebar dengan cadar hitam yang menutup wajahnya –Ida. “

Setelah subjek lirik dan pendengar kita ketahui hal berikutnya yang sangat penting adalah pengembangan tema. Pengembangan tema puisi dapat dilihat dengan tiga cara: momen perbuatan, kontras, dan suara penjumlahan. Pada puisi Sia-sia cara yang paling mudah adalah dengan melihat momen perbuatan. Melihat pada judul “ Sia-sia”, kita dapat menarik kesimpulan puisi ini menceritakan perbuatan yang tidak ada gunanya. Hal itu dapat dilihat pada bait

Sudah itu kita sama termanggu

Saling bertanya : apakah ini?

Cinta? Keduanya tak mengerti

... .... ....

Aku yang diam termangu, aku yang sudah itu tidak tahu, aku yang tak mau memberikan hatinya. Secara keseluruhan puisi ini menceritakan bagaimana seorang gadis yang datang pada kekasihnya, dan memberikan semuanya pada si kekasih.

Penghabisan kali itu kau datang

Membawa karangan kembang

Mawar merah dan melati putih:

Darah dan suci

Kau tebarkan depanku

Serta pandang yang memastikan: Untukmu

.... ... ...

di saat-saat terakhir ia datang, membawa karangan bunga dan juga dirinya (sebagai kembang), mawar merah (sebagai lambang darah) dan melati putih

(melati sebagai lambang kesucian). Dan Kau, ingin memberikan keperawanannya pada si Aku : serta pandangan yang memastikan: untukmu.

Selain subjek lirik, pendengar dan tema terdapat salah satu unsur yang sangat penting yaitu Tipografi puisi. Tipografi digunakan untuk membedakan antara puisi dan karya tulis lainnya. Sering disepakati pula baik oleh para penyair dan kritikus lainnya, bahwa tipografi yang rapi menimbulkan kesan dan suasana yang damai. Sebaliknya jika tipografinya kacau akan menimbulkan kesan yang kacau pula. Pada puisi sia-sia, tipografi yang digunakan penulis cukup unik, tidak terikat oleh bait dan larik. Puisi ini terdiri dari empat bait. Bait pertama terdiri atas enam larik, bait kedua terdiri dari tiga larik, bait ketiga satu larik dan bait terakhir terdiri dari dua larik.

Selain bait dan larik, pada puisi tersebut terdapat unsur non bahasa lain, tanda baca seperti: tanda seru (!), titik(.), titik dua(:). Hal lain yang dapat dikaji adalah segi sintaksis. Struktur sintaksis pada kalimat berbeda dengan puisi. Pada puisi strukturnya cenderung tidak beraturan. Polanya sendiri dibagi menjadi dua bagian:

* Infrastrukturasi, kaidah-kaidah bahasa diabaikan
* Suprastrukturasi, pola tertentu diulang-ulang sehingga terjadi keteraturan tambahan.

Pada puisi sia-sia, struktur sintaksisnya termaksud dalam infrastrukturasi

Karena dalam puisi tersebut terdapat beberapa larik yang menunjukan adanya inversi. Contohnya:

... ... ...

Membawa karangan kembang

... ... ...

Saling bertanya: apakah ini?

... ... ...

Mampus kau dikoyak-koyak sepi



Selain pola inversi, terdapat beberapa larik yang susunan sintaksisnya sesuai dengan kaidah kebahasaan. Seperti:

1. Kau terbarkan depanku (larik 5 bait 1)

S P Ket.

2. Sehari itu kita bersama (larik 1 bait 3)

Ket S P

3. Hatiku yang tak mau memberi (larik 1 bait 4)

S P

Sedangkan pola suprastrukturasi tidak terdapat dalam puisi ini, karena tidak terdapat bentuk pengulangan.



Penutup

Puisi adalah membiarkan imajinasi liar, mambebaskan imajinasi untuk menafsirkan kata-kata yang tertuang. Setiap orang bisa memiliki penafsiran yang berbeda-beda setelah membaca satu puisi secara bersama-sama, karena perlu diingat, mengartikan puisi bukanlah mengartikan kata sebagai kata, tapi kata sebagai kekuatan yang mempunyai makna dan menangkap pesan yang ingin disampaikan penyairnya.

Tuesday, 15 March 2011

Alhamdulillah Telah Terbit Novel "Mutiara Cinta Hilal Fajri"

Telah Terbit di LeutikaPrio!!!





Judul : Mutiara Cinta Hilal Fajri

Penulis : Yandigsa

Tebal : iv + 110 hlm

ISBN : 978-602-9079-37-1

Harga : Rp 30.000,-



Sinopsis :



Akankah mutiara cinta yang selama ini Hilal Fajri cari bermuara pada dasar lautan paling dalam di hati seorang pendamping (istri) yang salehah? Ketika ia dihadapkan pada dua pilihan sulit dan ketidaksetujuan seorang ibu terhadap anaknya. Mampukah Hilal Fajri menyelesaikan masalah yang sedang ia hadapi?



Semua akan terungkap setelah menjalani proses panjang dalam menyelesaikan masalah demi masalah. Mungkinkah semuanya akan diterima?



"Apa yang kulakukan seperti tak berarti

kosong tiada berisi, Entah apa yang terjadi aku tak mengerti

Mentari pun enggan menyapaku tuk sekedar

tubuh yang kini meringkuh tersudut bisu di bibir salju yang mengkristal abadi

Hatiku gundah tiada terkira, menunggu kisah siapa wanita

Mungkinkah aku temui mutiara cinta yang kuharapkan

Mutiara-mutiara indah, seindah mutiara dari dasar samudera"





Ps: Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, atau inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau bisa via SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal 90rb, GRATIS ONGKIR lho! Met Order, all!

Monday, 14 March 2011

Leutika adalah Rumah Impian Penulis Indonesia

Menulis adalah bagian terindah dalam hidup kita. Perkembangan menulis saat ini begitu pesat dengan munculnya berbagai lomba-lomba kepenulisan. Banyak orang yang berlomba mendaftarkan diri sebagai bagian yang tak hilang dalam dunia literasi Indonesia dan berharap memenangkan berbagai lomba tersebut. Jujur demikan juga dengan aku, mengikuti berbagai lomba kepenulisan adalah berharap menang dan dibaca sama semua masyarakat Indonesia tentunya.Satu diantaranya yang rajin mengadakan berbagai lomba kepenulisan adalah Leutika. Dengan mengusung semangat " Penerbit buku yang bertekad menjadi penerbit lintas generasi, inspiratif dan mampu melahirkan cara berpikir dinamis serta mengakomodir penulis-penulis muda berbakat" menjadikan Leutika adalah lahan basah bagi siapa saja yang hendak menerbitkan karyanya, tak ada pandang bulu baik penulis hebat maupun penulis pemula yang mengingikan mimpinya untuk bisa menerbitkan karyanya. Dengan semangat menciptakan generasi yang suka baca tulis juga akhirnya Leutika menelurkan Leutika Reading Society yang telah berdiri di beberapa provinsi di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung tempat dimana saya terdaftar sebagai anggotanya. Memenuhi tantangan agar memajukan dunia literasi Indonesia Leutika juga membuka lini self publishing dan persembahan-persembahan terbaik buat para penulis maupun calon penulis bahkan para guru juga tidak luput dari perhatian Leutika sehingga menelurkan paket "Bagimu Guru" hal ini membuktikan keseriusan Leutika ingin memajukan dunia literasi Indonesia.

Mengenang bagaimana saya mengenal Leutika adalah ketika diadakannya lomba curhat jalan raya, dengan antusiasnya walau pada saat itu aku tidak menang tetapi dengan hal itu menumbuhkan kembali keinginan saya dalam menulis sampai saat ini. Selanjutnya terus mengalir bagai air yang tak mampu dibendung, banyak sekali event lomba yang diluncurkan Leutika yang semakin membuat saya berkeinginan selalu mengikutinya walau terkadang waktu juga yang menjadikan keinginan itu menguap dengan sendirinya. Tetapi penggalian potensi diri dalam hal ini adalah menulis terus saya lakukan, karena saya merasa ada yang memperhatikan diri saya untuk terus menulis. Apakah itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah lomba-lomba kepenulisan yang sampai saat ini giat diadakan Leutika. Selanjutnya dengan senang hati saya mengikuti lomba "Novelku di Leutika Prio", meski gagal menjadi lima besar dalam lomba tersebut, tetapi lagi-lagi Leutika memberikan kemudahan dengan memberikan dispensasi biaya penerbitan dari harga normal. Dengan semangat mimpi yang sudah lama terpendam kubulatkan tekad menyambut tawaran dari Leutika. Insya Allah novelku yang berjudul "Mutiara Cinta Hilal Fajri" akan terbit dan kujadikan rumah menyatakan mimpiku adalah Leutika.

Rumah Impian adalah sebutan pribadiku buat Leutika. Kenapa kusebut demikian? Karena buat saya mungkin juga penulis maupun calon penulis Leutika merupakan rumah tempat berkumpulnya mimpi untuk membangun dan menerbitkan karya bagi siapa saja yang menginginkan hal tersebut. Lebih mulia lagi mimpi Leutika adalah membangun peradaban membaca dan menulis sehingga apa yang digalakkan oleh Leutika menjadikan Indonesia kedepan memiliki penulis maupun calon penulis yang handal. Rumah dimana tempat berkumpul dan saling berbagi memberikan ilmu, pengalaman, manfaat dan saling memebrikan semangat yang tak pernah padam secara berkesinambungan. Tumbuh bersama mimpi adalah keinginan mulia menjadikan Leutika rumah tuju bagi sang pemimpi. Leutika juga ibarat madu yang menarik jutaan lebah untuk bisa menghisap sari pati (ilmu) yang ada didalamnya. Lebih salut lagi ternyata Leutika sebagaipenerbit yang menggalakan penerbitan mandiri (lini self publishing Leutika Publisher) baru akan beranjak dua tahun. Bila diibaratkan sebagai manusia ternyata Leutika adalah manusia (bayi) ajaib yang telah mampu memberikan warna dunia literasi Indonesia dengan berbagai rencana, program dan semangat pantang menyerah demi menghadirkan bacaan yang berkualitas di Indonesia menjadikan Leutika sebagai wadah yang mampu mengayomi siapa saja yang hendak masuk didalamnya.

Yandigsa


www.leutikaprio.com

Thursday, 3 February 2011

LOMBA CIPTA PUISI JUSTIN BIEBER

Oh woooah, oh woooooah, oh wooooah, oh.

You know you love me, I know you care,

you shout whenever and I’ll be there.

You are my love, you are my heart

and we will never ever ever be apart.

Are we an item? girl quit playing,

we’re just friends, what are you saying.

Said there’s another, look right in my eyes,

my first love broke my heart for the first time.

And I was like…

Baby, baby, baby oooooh,

like baby, baby, baby noooooooo,

like baby, baby, baby, ooooh.

Thought you’d always be mine, mine.



Siapa yang tidak mengetahui penggalan syair lagu diatas? Pasti hampir semua penggemar berat Justien Bieber tahu. Lagu Baby membawa penyanyinya melijit dari seorang remaja biasa menjadi remaja yang luar biasa (Superstar). Nah bagi Beliebers pasti mengetahui juga rencana kedatangan Justin Bieber ke Indonesia untuk mengadakan konser. Untuk itu saya mengajak Belibers ikut dalam lomba “Justin Bieber, My Idol”.

Syarat dan ketentuan lomba sebagai berikut:

1. Peserta laki-laki atau perempuan
2. Karya harus original dan tidak sedang diikutkan dalam lomba serupa
3. Bertemakan “Justin Bieber, My Idol”
4. Bentuk puisi bebas, halaman bebas, ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Boleh menggunakan Bahasa Inggris.
5. Paling lambat tanggal 25 Maret 2011
6. Peserta lomba wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 30.000 ke No.Rekening: 114 – 00 – 0663570 – 3 Bank MANDIRI cabang Tulang Bawang. Atas Nama : NURDIANTO DS
7. Kirim dalam bentuk attacment file (.doc atau .rtf) myidol_beliebers@yahoo.com (lampirkan biodata, naskah karya, dan bukti transfer)
8. Puisi akan dinilai oleh dewan juri (Isbedy Setiawan ZS*)
9. Keputusan dewan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat.
10. Copy paste info lomba ini di note fb kalian dan tag minimal 25 teman termasuk yandigsa. Add fb yandigsa bagi yang belum berteman www.facebook.com/yandigsa

Hadiah Pemenang Lomba :

1. 100 Naskah Terbaik akan dibukukan dalam antalogi puisi “Justin Bieber, My Idol” dan terbit April 2011, dan berhak mendapatkan bukunya.
2. Juara 1: Uang tunai 500.000,- mendapatkan buku antalogi puisi “Justin Bieber, My Idol” + Kaset Justin Bieber + Sertifikat penghargaan + Buku Antologi Puisi “Ruh dalam Maksiat” karya Ady Azzumar (Literer Khatulistiwa, November 2010) + Buku "Bangsawan Kampungan Series (Cerita Tentang Pelajar Kampungan dan Kehidupannya) Karya Iksank Bangsawan (Leutika Prio, Januari 2011)
3. Juara 2: Uang tunai 300.000,- mendapatkan buku antalogi puisi “Justin Bieber, My Idol” + Kaset Justin Bieber + Sertifikat penghargaan + Buku Antologi Puisi “Ruh dalam Maksiat” karya Ady Azzumar (Literer Khatulistiwa, November 2010) + Buku "Bangsawan Kampungan Series (Cerita Tentang Pelajar Kampungan dan Kehidupannya) Karya Iksank Bangsawan (Leutika Prio, Januari 2011)
4. Juara 3: Uang tunai 200.000,- mendapatkan buku antalogi puisi “Justin Bieber, My Idol” + Kaset Justin Bieber + Sertifikat penghargaan + Buku Antologi Puisi “Ruh dalam Maksiat” karya Ady Azzumar (Literer Khatulistiwa, November 2010) + Buku "Bangsawan Kampungan Series (Cerita Tentang Pelajar Kampungan dan Kehidupannya) Karya Iksank Bangsawan (Leutika Prio, Januari 2011)

Penggumuman pemenangnya di umumkan pada tanggal 31 Maret 2011



Penyelenggara : Yandigsa (085269840105)

Alamat : Jl. Trio Deso Gg. Rawaweh No 128, Kotabumi 34518





Nb : satu buah buku “Justin Bieber, My Idol” nantinya akan diusahakan untuk diberikan kepada Justin Bieber via promo tour yang mendatangkan sang idola, sebagai tanda kenangan bahwa di Indonesia ada Belibers yang memberikan hadiah berupa buku tentang Justin Bieber.

Ket * Masih dalam konfirmasi dan tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan dewan juri



BAGI SPONSOR YANG MAU MENSPONSORI LOMBA INI DENGAN CARA MEMBERIKAN TAMBAHAN HADIAH BAGI PARA PEMENANG DIPERSILAKAN.


Friday, 14 January 2011

Puisi-puisi Yandigsa

HITAM

Hari kedua Januari dini hari,

ketika embun-embun berzdikir dengan meluncur luruh di tetumbuhan dan membasahi bumi

pesta kembang api pun belum sepenuhnya usai memecah langit malam

dan suara gaduh terompet serta dentuman musik dari kantung-kantung desa

di sudut sana masih menggoyang para pemabuk yang gila pada perempuan-perempuan maya



Lewat dunia maya ketika kau sapa diriku

cuma dua kata, aku bertemu

pas ketika kau duduk di depan beranda rumahku

di sudut desa yang dulu pernah kau tiduri



Lalu ada hal lain yang mengganggu pikiranku

tentang perasaan yang selama ini kau pendam

kau mau melakukan pembunuhan hati

dengan cara berbaring di atas ranjang malam yang kau siapkan



Ini apa Lambreta

Bukan ini Maya



Apa yang kau lakukan di malam kedua

bukanlah suatu pesta, melainkan membunuh kerinduanmu

tentang puisi-puisi yang pernah kita larungkan di kedalaman mata kita masing-masing

dan kau, aku, dia tertawa



Kembali kau semai senyum yang memang dulu menghias sebagian sajakmu

aku malu pada keinginan dan niatku menjauhi segala warna yang terlihat di mata para penyair



HITAM



tanpa titik dan koma

hanya sebayang yang terus bergoyang

menggoda keinginan

maya yang lambreta.



Kotabumi, 2111



SUBUH


Tak ada kata

Hanya dzikir-dzikir tertunda

dan harus kulanjutkan sebelum dhuha



Dingin mengajarkanku tentang gemeretak

dalam penghambaan yang taat

hindari gelap abadi



Karena kuyakin matahari pagi ini

akan bersahabat

jika kita terus berjabat

pada mutiara subuh

sebagai pintu pembuka hari

sampai senja memelukmu lagi



Menggala, 4111



DUA WAKTU

Ketika malam meluruhkan embun dan kabut tipis yang dingin

Tepat pertanyaan keseratus kau menjawab ya meyakinkan

Untuk kita melarungkan keinginan pada selat yang paling jauh

Dalam iringan jam dinding yang berbunyi tik-tok-tik-tok





Dua waktu kembali menjauh dari aturan yang telah ditetapkan

Dimana tubuh kita selalu gigil bila mengingat tentang gelap

Yang kerap kali mebutakan dan selalu tak sampai surat-surat yang pernah kita bacakan

Seperti kitab kadaluarsa yang hendak keluar dari matamu yang sayu



Tubuhnya bergetar pertanda sesuatu yang dipendam adalah gerak yang besar

Seumpama lahar yang hendak keluar dari perut bumi yang membatu

Adalah satu dari semua waktu yang terus saja mendesak

Adakah kau tahu bila rasa ini adalah rasa kau juga dalam nyanyian sunyi seorang sufi



Kembali kupertaruhkan dua waktu sebagai hal yang dilupakan

Padahal sungguh aku tahu dan kau pun tahu itu adalah undakan menuju kesempurnaan dalam aturan yang sama-sama kita ketahui, tetapi masih saja kita alpa

Dengan segala kesenangan akan dunia yang tiada habis, bukan.



Tiba-tiba rumput-rumput tumbuh dalam hati yang beku

Memagarinya dengan rimbun dan tertutup debu

Demi waktu yang kelu

Dan kubayar kau seratus ribu





Menggala, 9111

By : Yandigsa


BINTANG PERTAMA

Setelah setahun kau hias langit

Cahayamu semakin cemerlang

Ketika satu kata pertama meluncur dengan indah

Mamah ini anakmu, Bintang pertama di hatimu



“Aku tersenyum dan memelukmu Bintang”



Menggala, 100111

By : Yandigsa


UKIR HARIMU MENJADI SEJARAH


sebelum matahari tepat di atas kepala

sudahi semua mimpi

tentang keinginanmu memeluk rembulan di langit puisi paling kelam

ku yakin kau mampu bukan



maka semangatlah

rebutlah hari terbaikmu

dan catatlah

menjadi prasasti paling abadi

biar terkenang dunia



Menggala, 120111

By : Yandigsa


MERAH


Suatu tempat di hati yang dalam

ada ruang yang penuh segala rupa keinginan

ada cinta, benci dan sekotak harapan

serta ada cahaya sebatang lililn



Mungkin kalian semua tahu bila lilin

tak abadi memberikan cahaya

semakin hari, semakin redup mengecil

lalu mati dan gelap kembali menyapa



Hari ini benar hilang tak ada cahaya

meningggalkan merah yang luka

pada keinginan yang memotong hati

menjadi separuh dan berwarna merah



Satu kali puisi ingin membungkusnya

menjadi kenangan kelam pada lembar-lembar putih

dari serpihan hati dan segala isinya

hanya berharap cahaya lilin itu terjaga

dan tak redu lagi



Dia sadar kelakuannya pada saat senja merah saga itu

adalah membunuh harapan suci puisi sunyi

ketika suara-suara dari nyanyian membawa

keinginan luhur hingga mengalirkan keindahan

puisi hanya meninggalkan tangis

mungkin sesal atau sebal



Merah adalah noda kawan

tetapi bila diolah menjadi semangat

keinginan membara yang didapat

dan nyata kemenangan yang taat



Menggala, 120111

By : yandigsa



BIRU


Langit itu warnanya biru

lautan pun ada yang biru

lukaku membiru

perih membungkus rindu



adakah hatimu pun biru

sebiru langit dan lautan teduh

yang jelas aku selalu memburu

tersungkur di atas sajadah biru

pemberian ayah yang dulu



Memuji-Mu

Penguasaku



Menggala, 140111